Sponsor

Pengalaman Sex Yang Luar Biasa Sewaktu Aku Kecil

Pengalaman Sex Yang Luar Biasa Sewaktu Aku Kecil

Cerita sexs - Pengalaman sex yang luar biasa sewaktu aku kecil. Dikala saya kecil saya telah ditinggal orangtuaku yang mana wafat dunia dikala musibah kecelakaan mobil, sangat sangat mengharukan kisahku, umurku yang saaat itu 10 tahun belum memahami terdapatnya kerabat dari bapak ataupun bunda, saya pula tidak ingat mengapa saya masuk dip anti asuhan, waktu saya masuk disini banyak yang seumuran denganku.

Kedatangan mereka membuatku paling tidak“ kurang ingat” hendak kemalangan yang baru saja menimpaku. Tidak lamapun, saya merasa jika saya sudah menciptakan rumah baru bagiku. 6 bulan juga lalu.

Pada sesuatu hari yang terang, tiba- tiba kami dibangunkan oleh Ibu Risa, salah satu pengurus di tempat kami.

“ Mari bangun, kilat mandi, gunakan baju terbaik kamu, sehabis itu kamu wajib berkumpul di aula. Kita hendak kehadiran seorang yang sangat istimewa”, katanya sembari tersenyum hangat.

Serta saya juga bertanya,“ Ibu, tamu istimewanya siapa sih? Artis ya?”

“ Bisa jadi ya..”, kata Ibu Risa sembari tertawa kecil.

“ Sebab ia merupakan putra tunggal dari owner yayasan ini..”

Tidak kusangka, pertemuanku dengan Yohan Torian dapat mengganti hidupku, seluruhnya. Dikala ia melewati barisan kanak- kanak yang lain, ia seketika menyudahi pas di depanku. Senyuman misterius menghiasi mukanya. Dengan posisi membungkuk, ia mengamati wajahku dengan cermat. Temannya yang turut bersamanya juga turut mencermati diriku.

“ Ada apa Torian? Apa kau tahu dengan anak ini?”, tanyanya.

“ Tidak”, Yohan masih memandangiku sembari memegang mukaku, seolah- olah saya tidak bernyawa.

“ Sempurna” katanya dingin.

“ Semacam boneka..”

Saya percaya sekali ia bergumam[“.. boneka yang saya idam- idamkan”]

Kemudian ia membebaskan wajahku serta langsung meninggalkanku begitu saja.

Satu hari sehabis kunjungan itu, Yohan bersama temannya itu kembali mendatangi yayasan, buat mengadopsi diriku.

“ Halo.. Maria” Yohan melemparkan senyum yang berbeda dari kemarin.

“ Mulai dikala ini, aku- lah yang hendak menjaga serta mengurus Maria. Kalian tidak wajib memanggil saya‘ bapak’ ataupun istilah yang lain, panggil saja saya Yohan.”

Sembari alihkan pemikirannya ke temannya, ia melanjutkan,” Nah.., ini merupakan temanku, namanya Tomi.”

Akupun menyunggingkan senyuman ke arah Tomi yang membalasku dengan senyuman hangat.

Saya sama sekali tidak yakin kalau nyatanya Yohan tinggal sendirian di rumah megah semacam ini serta masih berumur 24 tahun dikala itu.

Diam- diam, saya kagum dengan penampilan Yohan serta Tomi yang sangat menarik. Terletak di tengah- tengah mereka saja telah sangat membuatku special.

Yohan sangatlah baik padaku. Ia senantiasa membelikan baju- baju indah serta boneka porselain buat dipajang dikamar tidurku. Ia sangat memanjakan saya. Tetapi, ia pula berlagak disiplin. Saya tidak diperbolehkan buat keluar rumah tidak hanya ke sekolah tanpa dirinya.

4 bulan lalu, rasa sayangku terhadap Yohan mulai meningkat. Hari itu, saya mulai merasa bosan di rumah serta Yohan belum kembali dari kantor.

Saya juga menunggunya buat kembali sembari bermain Play Station di kamarku. Pas jam 10. 30 malam, saya mendengar suara pintu di sebelah kamarku berbunyi.

“ Yohan telah kembali!!”, pikirku bahagia.

Saya juga berlari keluar kamar buat menyambutnya. Tetapi, di depan kamar Yohan saya menyudahi. Pintunya terbuka sedikit. Serta saya dapat ketahui apa yang terjalin di dalam situ.

Yohan bersama seseorang perempuan yang sangat menawan, berambut panjang, kulitnya juga sempurna. Saya cuma dapat terdiam terpaku. Saya memandang Yohan mulai menciumi bibir perempuan itu dengan penuh nafsu. Tangannya meraba- raba serta meremas buah dada perempuan itu.

Pengalaman Sex Yang Luar Biasa Sewaktu Aku Kecil

“ Ohh.. Yohan”

Pelan- pelan, tangan Yohan menyingkap rok perempuan itu serta menari- nari di dekat pinggul serta pahanya. Tidak lama, Yohan telah habis melucuti baju perempuan itu. Yohan merebahkan perempuan itu ke tempat tidur serta menindihnya, tangan Yohan bermain- main dengan badan perempuan itu, menciuminya dengan membabi buta, menciumi leher, menciumi buah dada perempuan itu sembari meremas- remasnya.

“ Ohh.. Yohan ..” Saya mendengar desahan perempuan itu.

Saya melihatnya. Saya tidak yakin kalau saya melihat itu seluruh. Tetapi, saya tidak bergerak sedikit juga. Saya tidak dapat.

Yohan juga membuka resleting celananya serta menghasilkan‘ senjata’ nya, kedua kaki perempuan itu dipegang dengan tangan Yohan serta Yohan lekas menancapkan‘ senjata’ nya ke liang perempuan yang telah basah itu dengan sangat agresif. Perempuan itu mengerang dengan keras.

Tanpa siuman, pipiku telah dibasahi oleh air mata. Hatiku terasa sakit serta ngilu. Tetapi, saya senantiasa tidak dapat beranjak dari situ. Saya senantiasa memandang perbuatan Yohan tanpa berkedip sembari berlinang air mata.

Yohan masih melanjutkan permainannya bersama perempuan menawan itu, ia menggerakkan pinggulnya maju serta mundur dengan sangat kilat. Teriakan kepuasan dari perempuan itu juga membahana di segala ruangan. 10 menit sehabis itu, Yohan nampak kejang sesaat sembari mengerang tertahan. Yohan juga menghela nafas serta istirahat sejenak, masih dalam rangkulan perempuan itu. Game berakhir.

Tetapi saya masih mematung di depan kamarnya, mencermati Yohan dari sebelah pintu yang sedikit terbuka. Saya tidak ingin bergerak pula, seolah- olah saya terencana mau ditemui oleh Yohan. Benar saja, saya memandang Yohan berbenah memberesi bajunya serta bergerak mengarah pintu.

Ia membuka pintu serta memandang diriku mematung sembari menangis di situ. Ia memperhatikanku sejenak serta senyuman misterius itu muncul lagi.

Ia juga membungkukkan badannya,

“ Hey, tukang ngintip cilik. Saya tidak marah kok. Cuma saja, saya telah mempersiapkan hukuman yang pas untukmu. Tetapi, tidak dikala ini. Mari, saya temani kalian hingga kalian tertidur. Jika kalian letih, esok bolos saja.”

Yohan juga menggendongku yang masih terisak kekamar tidurku. Serta semalaman ia tidur sembari memelukku dengan hangat.

“ Saya.. saya.. sayang Yohan ”

“ Yohan merupakan milikku.. cuma milikku seseorang”

Pikiranku berputar- putar memikirkan perihal itu. Tidak lama, saya juga tertidur lelap.

Hari ini merupakan ulang tahunku yang ke- 14. Saya bahagia sekali, sebab Yohan sudah mempersiapkan suatu acara ulang tahun untukku di suatu hotel bintang 5. Ballroom hotel itu sangat indah, Yohan mempersiapkannya secara istimewa.

Saya juga menggunakan gaun bercorak putih yang baru dibelikan Yohan . Kata Yohan , saya sangat menawan dengan pakaian itu,“ Kalian sesuai sekali dengan corak putih, sangat matching dengan corak kulitmu.. Serta lagi, saat ini.. kalian terus menjadi menawan.”

Sahabat perempuanku pula berdecak kagum memandang penampilanku dikala itu.

“ Kalian menawan ya Maria? Beruntung sekali kalian memiliki bapak angkat semacam Yohan ..”

Kata Sara, sahabat baikku sembari tertawa meledek. Sara melirik ke arah Yohan yang lagi duduk di meja pojok bersama Tomi.

“ Hey Maria, Yohan itu ganteng banget ya? Temennya pula..” ucap Sara sembari tertawa kecil.

Saya juga cuma dapat tertawa, saya juga menetujuinya. Akhir- akhir ini, kami memanglah jadi kerap membicarakan soal laki- laki.

Bisa jadi sebab puber. Tidak lama, Aryo temanku yang kayaknya suka denganku tiba, sembari menyerahkan hadiah, ia mencium kedua pipiku. Tanpa siuman pipiku bersemu merah.

Sehabis acara usai, Yohan  mengajakku rehat di kamar hotel. Saya cukup letih, tetapi saya bahagia. Serta setiba di kamar, saya memeluk Yohan sembari mengucapkan terima kasih.

“ Terima kasih Yohan .. saya sayang sekali sama Yohan ..”

Yohan juga membalas pelukanku sejenak serta setelah itu melepasnya, serta ia memegang kedua lenganku sembari memandangku dengan sungguh- sungguh. Saya juga merasa heran serta sedikit khawatir.

“.. Yohan ? Mengapa? Marah yaa? Saya.. melaksanakan kesalahan apa?”

Tanpa banyak bicara, Yohan menggeretku ke tempat tidur, mencopot dasinya serta memakainya buat mengikat kedua tanganku dengan kencang. Saya memekik serta mulai menangis.

“ Eriik!! Sakit!! Mengapa??!!”

Ia melihatku dengan pemikiran marah. Setelah itu berteriak,

“ Mengapa??!! Mengapa katamu?! Kalian itu wanita apa??!! Masih kecil telah tahu pria!! Telah kuputuskan! Kalian wajib di hukum atas perbuatanmu barusan serta perbuatanmu 2 tahun yang kemudian!!”

Deg. Jantungku terasa menyudahi mengingat peristiwa itu.

“ Yohan marah..”, pikirku.

Saya juga merasa ketakutan. Saya khawatir dibenci. Saya tidak ingin kehabisan lagi orang yang kusayangi.

Seketika, Yohan menarik gaunku dengan sangat agresif sehingga jadi robek. Saya berteriak.

“ Ini dampaknya jika jadi wanita centil!!”

Yohan menariknya lagi buat kedua kalinya, baju dalamku terus menjadi nampak. Celana dalamku pula hendak dilepasnya.

“ Erriik!! Jangaan!!”, saya berteriak ketakutan.

Terlambat, saya telah telanjang total. Cuma sisa- sisa gaunku- lah yang masih menyembunyikan bagian- bagian tubuhku sedikit. Yohan melihatku dengan penuh nafsu. Nafasnya terdengar berat penuh dengan kemarahan serta birahi. Ia juga menahan tanganku yang terikat serta mendekatkan bibirnya ke bibirku.

“ Saya wajib jadi orang awal yang..”

Yohan tidak menuntaskan kata- katanya serta mulai melumat bibirku dengan sedikit agresif.

“ Hmmphh..”

Buat awal kalinya saya merasakan terdapat getaran yang aneh pada tubuhku. Sensasi yang tidak sempat kurasakan tadinya.

Yohan terus bersinambung menciumku, saya dapat merasakan lidahnya memijat lidahku. Saya juga menjajaki permainannya, sedikit khawatir, sedikit mau ketahui. Yohan mulai meremas- remas payudaraku yang belum berkembang seutuhnya.

“ Ahh..”

Saya mulai menikmati getaran aneh pada diriku.

“ Panas.. badanku terasa panas.. Yohan ..” pikirku dalam hati.

Yohan melanjutkan ciumannya ke leher serta menggigitnya sedikit, remasan tangannya di payudaraku kian kokoh.

“ Ahh..!!” nafasku kian memburu.

Seketika Yohan menyudahi serta melihatku sembari tersenyum misterius.

“ Hmm.. kamu menyukainya bukan? Ya kan, setan cilik?”

Mukaku bersemu merah, tetapi sangat khawatir buat berdialog, tubuhku bergetar hebat. Yohan membebaskan kemejanya serta celananya, masih memandangiku. Saya sangat malu buat memandang mukanya.

“ Saya rasa, kamu telah siap buat game berikutnya..”

Yohan tertawa kecil, sedikit kemarahan masih tersisa pada dirinya. Satrio kembali menciumiku, kali ini ia meremas payudaraku sembari menghisapnya.

“ Hhh..!!”

“ Tidak apa- apa.. jika Yohan .. tidak apa- apa.” pikirku.

Saya memejamkan mataku erat- erat kala Yohan mulai memasukkan‘ senjata’ nya ke dalam diriku.

Pengalaman Sex Yang Luar Biasa Sewaktu Aku Kecil

“ Emm..” saya tidak berani bilang jika saya merasa sakit.

Yohan mulai tidak tabah, serta ia memasukkannya dengan agresif.

“ Aaahh..!!”

Saya menjerit serta mulai menangis lagi.‘ Senjata’ nya telah merambah diriku seutuhnya serta sakit yang kurasakan itu sedikit aneh, terdapat kenikmatan di dalamnya. Saya mulai sedikit meronta sembari berteriak. Tetapi Yohan menahanku dengan kokoh. Yohan menciumi diriku yang bergetar hebat dengan sedikit paksa. Bosan dengan letaknya, Yohan membalikkan posisi tubuhku jadi telungkup.

“ Erriik..!! tidaak!!” saya sangat malu melaksanakan posisi itu.

Namun Yohan  tidak hirau serta melanjutkan kembali permainannya. Tiap kali badan Yohan menghentak, saya menjerit sekeras- kerasnya. Yohan melaksanakan gerakan menghentak itu secara tertib, serta seketika saya merasakan getaran yang sangat hebat dalam diriku, saya merasakan‘ liang’ ku

menyempit sebab otot- otot di tubuhku jadi tegang. Saya juga berteriak lebih keras dari tadinya.

“ Ohh.. Maria.”

Saya merasakan tangan Yohan meremas pinggulku dengan kokoh. Badan Yohan mengejang, serta cairan deras juga mengalir dari‘ liang’ ku. Saya mendesah panjang. Tubuhku masih bergetar. Yohan  masih menindihku serta mulai menciumi punggungku.

“ Hhhmm.. pilihanku memanglah senantiasa pas”, gumamnya.

Saya memilah buat diam. Yohan beralih ke sampingku. Ia memandangiku yang masih berlinang air mata. Tersenyum Yohan mengecup kepalaku sembari mengelusnya.

“ Maria, kalian merupakan milikku seseorang.. tidak terdapat satupun yang boleh menyentuhmu tanpa seizin- ku.”

Yohan memeluk tubuhku yang kecil dengan erat.

“ Ya Yohan .. saya merupakan milikmu. Saya hendak melaksanakan apa saja yang kau perintahkan, asal kau tidak membenciku.” Saya masih terisak.

“ Anak bodoh.. Saya tidak hendak sempat membencimu Maria..”

Dekapan Yohan terus menjadi erat. Mukaku terasa panas. Serta saya lekas membenamkan diriku ke dalam dekapan Yohan .

“ Terima kasih.. Yohan .”

Posting Komentar

0 Komentar